Surabaya, FIKOM NEWS — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali membuka peluang emas bagi santri Indonesia untuk menimba ilmu ke Timur Tengah. Melalui kerja sama dengan Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Islam Kerajaan Maroko, PBNU resmi membuka Program Beasiswa Santri ke Maroko Tahun 2026.
Program ini menjadi bagian dari agenda tahunan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU dalam menyiapkan kader santri yang mampu berkiprah di level global tanpa meninggalkan akar tradisi pesantren.
Ketua RMI PBNU, KH Hodri Ariev, menegaskan bahwa beasiswa ini tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga menanamkan nilai ke-NU-an.
“Kami ingin santri NU tampil di dunia internasional, tapi tetap berpegang pada kitab-kitab turats, khidmat kepada ulama, dan tradisi pesantren. Seleksi dilakukan murni, tanpa titipan,” ujarnya.
Penanggung jawab Program Beasiswa PBNU–Maroko 2026, Muhammad Iqbal, menjelaskan bahwa ada ketentuan khusus tahun ini. Beasiswa hanya diperuntukkan bagi santri yang sudah gap year.
Hal ini disebabkan seluruh berkas harus dikirim sebelum Maret 2026. Meski begitu, secara umum persyaratan tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Daftar Kampus Tujuan di Maroko Beasiswa PBNU–Maroko 2026–2027 membuka kesempatan studi di sejumlah perguruan tinggi ternama, antara lain:
- Universitas Fatimah al-Fihriyah – Fes
- Universitas Al-Qadi al-Faqih Abdalla ben Said Al-Oujdi – Oujda
- Universitas Imam Nafi – Tangier
- Universitas Al Faqih Ar Rohwuni – Kenitra
- Institut Al Hasan Al Yusiy – Sefrou












