Berita Utama

“Let’s Create Dreams in Our Own Ways”: Pesan Inspiratif Firna Sayyidatul di Momen Yudisium Fikom Unitomo.

×

“Let’s Create Dreams in Our Own Ways”: Pesan Inspiratif Firna Sayyidatul di Momen Yudisium Fikom Unitomo.

Sebarkan artikel ini
Firna Sayyidatul Qurroh ‘Aini, menyampaikan antusiasme dan rasa syukurnya atas pencapaian seluruh rekan seangkatannya.

SURABAYA | FIKOM NEWS – Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya kembali mengukuhkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.

Komitmen tersebut ditandai dengan digelarnya prosesi Yudisium Tahun Akademik 2025/2026 yang secara resmi melepas ratusan mahasiswa S1 sebagai calon wisudawan untuk terjun dan mengabdi kepada masyarakat.

Acara pelepasan ini tidak hanya menjadi simbol berakhirnya masa studi, tetapi juga menjadi momentum refleksi dan perayaan bagi para mahasiswa. Aktivis Literasi sekaligus Peneliti yang juga merupakan salah satu calon wisudawan S1 Fikom Unitomo, Firna Sayyidatul Qurroh ‘Aini, menyampaikan antusiasme dan rasa syukurnya atas pencapaian seluruh rekan seangkatannya.

“Kita sudah berangkat dan malam ini adalah hari yang terbaik. Mari kita rayakan semua proses yang sudah kita lewati bersama. Semoga setelah ini, kita semua bisa melangkah ke tahap berikutnya dengan terus bersemangat. Let’s create dreams in our own ways (Mari wujudkan mimpi dengan cara kita sendiri),” ujar Firna dalam keterangannya.

Kiat Konsisten Meneliti dan Menulis

Sebagai seorang pegiat literasi dan peneliti muda, Firna turut membagikan pandangannya mengenai dunia penelitian akademik yang sering kali dianggap rumit oleh sebagian mahasiswa. Menurutnya, langkah paling dasar untuk dapat konsisten dalam menulis dan meneliti adalah menumbuhkan rasa ketertarikan terhadap isu-isu sosial.

“Tips utamanya adalah menyukai isu-isu sosial terlebih dahulu, agar kita bisa konsisten menulis. Ketika kita sudah tertarik dengan isu tersebut, proses meneliti akan menjadi jauh lebih mudah,” jelas Firna.

Ia menambahkan bahwa ketertarikan pada sebuah topik akan secara otomatis merangsang pola pikir yang lebih kritis. Hal ini akan memicu munculnya berbagai pertanyaan tajam yang esensial dalam sebuah riset.

“Otak kita akan menjadi lebih kritis dan akan ada banyak pertanyaan yang bisa dicari tahu jawabannya. Pada dasarnya, penelitian itu adalah proses menjawab sebuah pertanyaan. Hanya saja, analisisnya harus lebih tajam dan bermanfaat bagi orang lain, karena pada akhirnya karya tersebut akan dipublikasikan dan dibaca oleh masyarakat luas,” tutupnya.

Melalui prosesi Yudisium ini, Fikom Unitomo Surabaya berharap para lulusannya, termasuk insan-insan akademis seperti Firna, dapat membawa dampak positif yang nyata, baik di bidang komunikasi, literasi, maupun penelitian sosial di tengah masyarakat.

Translate »