FIKOM UNITOMO NEWS – Tim dosen dari Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) dan Universitas Widya Kartika (Uwika), yang terdiri dari Nensy Megawati, S.Pd., M.Pd., Dr. Nurhayati, SE., MSA(HumBis), Ak., CA., dari Unitomo, serta Erwin Dhaniswara, A.Md., S.SI., dari Uwika, bersama tiga mahasiswa aktif dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Teknik Informatika, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unitomo, berkolaborasi dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) untuk memberdayakan UMKM Ratunya Laundry di Surabaya.
Nensy Megawati menjelaskan bahwa PKM ini merupakan strategi pembelajaran untuk memberdayakan usaha mikro.
“Proposal kami bertajuk PKM Bisnis Model Canvas pada Industri Rumah Tangga Ratunya Laundry di Surabaya, bertujuan untuk memberdayakan UMKM melalui pendekatan strategi berbasis inovasi dan model bisnis berkelanjutan,” ungkapnya pada Selasa (19/8/2025).
Tim memberikan penyuluhan mengenai pemasaran digital dan sistem akuntansi untuk membantu usaha ini beradaptasi dengan perkembangan zaman. Selain itu, tim juga menghibahkan mesin pengering pakaian inverter yang dinamakan “Mesin Aduhai” untuk meningkatkan efisiensi produksi, menghemat energi, dan memperkuat daya saing UMKM di tengah persaingan ketat dalam industri jasa laundry.
Penyuluhan kami menekankan tata kelola bisnis berbasis inovasi. Dengan mesin pengering baru ini, efisiensi operasional meningkat, membuka peluang pengembangan usaha yang lebih besar,” tambah Nensy.

Pemilik Ratunya Laundry, Hadi Surono, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan tersebut. “Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Selain mendapatkan ilmu baru tentang manajemen usaha, mesin pengering ini membantu mempercepat pelayanan kepada pelanggan, sehingga kami lebih percaya diri bersaing dengan usaha laundry lain,” katanya.
Prof. Dr. Nur Sayidah, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unitomo, yang hadir dalam kegiatan monitoring, memberikan apresiasi terhadap inisiatif ini.
“Melalui sinergi antara dunia akademik dan UMKM, kami berharap Ratunya Laundry dapat menjadi contoh pemberdayaan usaha rumah tangga berbasis teknologi di Surabaya.
PKM ini tidak hanya memperkuat aspek teknis, tetapi juga menanamkan semangat inovasi dan adaptasi digital dalam bisnis keluarga,” tuturnya.












