Creative WritingInformasi UmumPendidikan

Tugu Pahlawan, Menilik Reruntuhan Pilar Belanda dan Rahasia Bawah Tanah

×

Tugu Pahlawan, Menilik Reruntuhan Pilar Belanda dan Rahasia Bawah Tanah

Sebarkan artikel ini
"Patung Soekarno-Hatta berdiri di depan reruntuhan gedung kolonial, Surabaya, Rabu (27/1/2026), guna menyimbolkan runtuhnya ketidakadilan penjajah."

Patung Soekarno-Hatta berdiri tegak menyambut pengunjung di jantung Kota Surabaya pada Rabu pagi ini. Di belakangnya, pilar-pilar putih tampak hancur dan terbengkalai. Reruntuhan ini bukan sisa perang, melainkan bekas gedung Raad van Justitie atau Pengadilan Tinggi Belanda.

Arsiteknya sengaja membiarkan pilar itu “rusak” sebagai simbol runtuhnya keadilan kolonial di tangan rakyat Indonesia. Kompleks ini bukan sekadar pajangan, tetapi ruang cerita tentang keberanian yang tak pernah padam.

Tugu Pahlawan menyimpan banyak fakta unik yang jarang orang ketahui. Bentuk tugu yang menyerupai paku terbalik ini memiliki tinggi 41,15 meter. Jika Anda menghitung lengkungan pada tubuh tugu, jumlahnya tepat 10 buah dengan 11 ruas. Angka-angka ini merujuk langsung pada tanggal bersejarah 10 November 1945.

Selain itu, pemerintah membangun Museum Sepuluh Nopember sedalam 7 meter di bawah tanah. Tujuannya agar bangunan museum tidak menutupi kemegahan monumen utama dari kejauhan.

Di dalam museum, pengunjung dapat melihat mobil asli milik Bung Tomo. Pengelola juga menyediakan teknologi audio-visual yang memutar rekaman pidato pembakar semangat.

Baru-baru ini, sempat muncul isu tentang prasasti yang hilang di area museum. Namun, pihak Disbudparpora Surabaya mengklarifikasi bahwa hal itu hanya bagian dari permainan interaktif atau game sejarah. Inovasi ini bertujuan agar generasi muda lebih antusias menjelajahi museum.

Kini, Tugu Pahlawan menjadi oase hijau yang menyegarkan di tengah padatnya kota. Warga sering memanfaatkan area lapangan untuk bersantai sambil meresapi nilai patriotisme. Transformasi ini membuktikan bahwa sejarah bisa tampil modern tanpa kehilangan kesakralannya.

Tempat ini tetap menjadi pengingat kuat bahwa kemerdekaan Indonesia berdiri di atas reruntuhan kekuasaan asing yang kini hanya tersisa dalam bentuk pilar-pilar bisu.

Translate »