Berita UtamaInformasi Umum

Mahasiswa KKN Unitomo Hadirkan Inovasi Baru: Pemilahan Sampah Sebelum Setor, Anak-anak Turut Partisipasi Lewat Game Edukatif di Desa Tanjungsari Probolinggo

×

Mahasiswa KKN Unitomo Hadirkan Inovasi Baru: Pemilahan Sampah Sebelum Setor, Anak-anak Turut Partisipasi Lewat Game Edukatif di Desa Tanjungsari Probolinggo

Sebarkan artikel ini

Probolinggo, Fikom Unitomo News – Pengelola Bank Sampah di Desa Tanjungsari menghadirkan inovasi baru berkat gagasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unitomo. Gagasan tersebut ialah kewajiban memilah sampah sebelum dilakukan penyetoran. Jika sebelumnya pemilahan hanya dilakukan oleh petugas bank sampah, kini masyarakat diajak untuk lebih aktif dan sadar lingkungan dengan memisahkan jenis sampah sejak dari rumah.

Ketua KKN Thohir menjelaskan bahwa sistem ini tidak hanya meringankan beban kerja petugas, tetapi juga melatih masyarakat untuk lebih bertanggung jawab dalam mengelola sampah.

“Dengan sistem baru ini, diharapkan warga terbiasa memilah antara sampah organik, anorganik, maupun yang bisa didaur ulang sebelum dibawa ke bank sampah,” ujarnya.

 

Harga barang yang disetorkan ke bank sampah juga lebih transparan, dengan adanya sistem baru ini. Hal itu karena petugas bisa langsung menilai mana barang yang masih layak didaur ulang dan mana yang sudah rusak. Dengan begitu, warga mendapat nilai tukar yang lebih adil sesuai kualitas barang yang mereka setorkan.

 

Inovasi ini juga dibarengi dengan edukasi untuk anak-anak melalui game pemilahan sampah. Anak-anak diajak belajar sambil bermain tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan bagaimana cara membedakan jenis-jenis sampah. Cara ini terbukti membuat anak-anak antusias sekaligus menanamkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sejak dini. Harapannya, mereka menjadi terbiasa menjaga lingkungan dengan cara yang menyenangkan.

Kegiatan ini pun mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga merasa sistem baru ini lebih mendidik dan membuat mereka lebih sadar akan pentingnya memilah sampah.

“Anak-anak jadi lebih semangat karena belajar sambil main. Kami juga jadi terbiasa memilah sampah dari rumah,” kata salah satu warga.

Dengan adanya inovasi ini, Bank Sampah Tanjungsari berharap dapat menciptakan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan dan menumbuhkan kesadaran masyarakat sejak usia dini, sekaligus menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih transparan dan menguntungkan warga.

 

Translate »