Opini

Maraknya Dance DJ Jealousy di Platform TikTok

×

Maraknya Dance DJ Jealousy di Platform TikTok

Sebarkan artikel ini

Surabaya | Fikom News – Saya sangat prihatin dengan maraknya tren joget DJ Jealousy di TikTok akhir-akhir ini. Lagu tersebut memang enak didengar, tetapi yang mengkhawatirkan adalah kontennya: banyak perempuan menari secara sensual dengan pakaian minim, bahkan memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya bersifat pribadi.

Tren ini sepertinya didorong oleh algoritma TikTok yang memprioritaskan video semacam ini untuk meningkatkan jumlah tayangan, tetapi konsekuensinya sungguh merugikan. Anak-anak yang mengakses TikTok bisa terpapar konten dewasa tanpa pengawasan, sehingga nilai kesopanan dalam budaya kita semakin terkikis.

Sebenarnya, tarian itu sendiri tidak bermasalah jika pakaiannya sesuai norma. Namun, kini banyak yang sengaja memamerkan tubuh demi mendapatkan like dan pengikut, tanpa memikirkan dampak sosialnya.

Di Indonesia, kita memiliki norma kesopanan yang kuat dari adat istiadat, mengapa malah mengikuti tren impor yang terlalu vulgar seperti ini?

Hal ini membuat perempuan remaja berpikir bahwa popularitas diperoleh melalui eksploitasi tubuh, bukan melalui keterampilan atau kreativitas. Lebih parah lagi, pria yang menontonnya pun ikut terpengaruh, sehingga pandangan mereka terhadap perempuan semakin objektifikasi.

Menurut saya, TikTok perlu menerapkan regulasi yang lebih ketat terhadap konten semacam ini, atau setidaknya orang tua lebih mengawasi anak-anaknya. Jika dibiarkan, tren ini berpotensi merusak moral generasi muda kita.

Lebih baik menciptakan konten yang menyenangkan namun tetap bermartabat, daripada viral sementara tapi menimbulkan rasa malu di kemudian hari.

Translate »