Surabaya, Fikom News – Pemerintah Kota Surabaya kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan Surabaya Startup Festival (SSF) 3.0. Penyelenggaraan acara ini berkolaborasi dengan PT. Mega Ozora Venture. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Balai Pemuda Surabaya (West Building) pada Jumat (23/1). Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara pelaku startup, UMKM, akademisi, dan sektor industri untuk mendorong inovasi serta peningkatan daya saing usaha lokal.
SSF 3.0 digelar sebagai ruang pertemuan bagi para pelaku usaha di Surabaya maupun daerah lain yang ikut menghadiri. Tujuannya untuk membagikan inspirasi maupun insight bisnisnya, memperluas relasi, serta mendapatkan akses terhadap berbagai peluang dalam pengembangan bisnis. Acara ini menghadirkan berbagai program pendukung yang memang dirancang untuk membantu startup dan UMKM. Harapannya agar mereka mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pasar digital yang telah berkembang.
Staff Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Pemerintah Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu, membacakan sambutan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam pembukaan acara SSF yang kebetulan berhalangan hadir. Maria menegaskan bahwa SSF merupakan langkah strategis pemerintah kota dalam menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan dan inklusif.
“Melalui SSF, kami ingin mendorong startup dan UMKM Surabaya agar tidak hanya bertahan. Tapi juga mampu naik kelas dan bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.
Selain menjadi forum diskusi dan kolaborasi, SSF 3.0 juga terintegrasi dengan kegiatan publik yang berlangsung di kawasan Alun-Alun Surabaya. Waktu yang pas saat akhir pekan di tanggal 24-25 Januari 2026. Bazar UMKM, pertunjukan seni, serta aktivitas masyarakat yang ikut meramaikan kegiatan tersebut. Hal ini memperkuat keterlibatan publik terhadap dunia wirausaha dan inovasi.
Dengan terselenggaranya SSF 3.0, Pemerintah Kota Surabaya berharap dapat menciptakan ekosistem startup yang lebih kuat, adaptif, dan berdampak langsung t terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.












