EkonomiPolitik & Pemerintahan

Parkir Gratis Tinggal Tulisan, Praktik Parkir Liar Masih Ditemukan di Sejumlah Titik Surabaya

×

Parkir Gratis Tinggal Tulisan, Praktik Parkir Liar Masih Ditemukan di Sejumlah Titik Surabaya

Sebarkan artikel ini
Pantauan di beberapa kawasan Surabaya menunjukkan, parkir liar sering muncul di sekitar gerai ritel modern yang berada di wilayah padat aktivitas.

Surabaya | Fikom News – Tulisan “Parkir Gratis” yang terpasang di depan sejumlah minimarket di Kota Surabaya seharusnya menjadi jaminan kenyamanan bagi pengunjung. Namun di lapangan, praktik parkir liar masih kerap ditemukan di berbagai titik kota. Oknum yang tidak memiliki identitas resmi tetap memungut uang parkir dari pengendara, meski tanpa karcis dan tanpa kejelasan aturan.

Pantauan di beberapa kawasan Surabaya menunjukkan, parkir liar sering muncul di sekitar gerai ritel modern yang berada di wilayah padat aktivitas. Lokasi-lokasi tersebut umumnya dekat permukiman warga, jalur kampus, serta jalan penghubung yang ramai dilalui kendaraan. Kondisi ini dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk berjaga di depan toko dan meminta uang parkir kepada pengunjung yang keluar-masuk.

Salah satu pembeli Indomaret di kawasan Surabaya Timur, Andi, mengaku hampir setiap kali berbelanja selalu dimintai uang parkir.

“Padahal di depan toko jelas tertulis parkir gratis. Tapi begitu keluar, langsung diminta uang. Nggak ada karcis atau atribut resmi,” ujarnya.

Menurut Andi, sebagian pengunjung akhirnya memilih membayar karena merasa sungkan atau tidak ingin terjadi perdebatan.

“Kadang belanjanya cuma sebentar, tapi tetap diminta. Kalau nolak, rasanya nggak enak,” katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan Ibu Mira, pembeli lain yang sering singgah di minimarket sekitar kawasan ramai. Ia menilai keberadaan parkir liar tidak hanya soal pungutan, tetapi juga berdampak pada ketertiban lalu lintas.

“Motor sering diarahkan parkir terlalu ke pinggir jalan. Kalau ramai, jalan jadi sempit dan rawan macet,” ungkapnya.

Dari pengamatan di lapangan, praktik parkir liar cenderung lebih terlihat pada jam-jam sibuk, seperti pagi hari dan malam hari. Pada waktu tersebut, arus pengunjung minimarket meningkat, sementara pengawasan dinilai belum berjalan maksimal.

Hingga kini, parkir liar masih menjadi persoalan yang berulang di Surabaya. Kurangnya penertiban yang konsisten membuat praktik ini terus muncul kembali meski telah lama dikeluhkan masyarakat. Warga berharap adanya perhatian lebih dari pihak terkait agar kenyamanan pengunjung dan ketertiban lalu lintas di sekitar ruang publik dapat terjaga

Translate »