Berita Utama

Banjir Rob Kembali Rendam Pesisir Sedati, Ribuan Hektar Tambak Rusak

×

Banjir Rob Kembali Rendam Pesisir Sedati, Ribuan Hektar Tambak Rusak

Sebarkan artikel ini
Banjir Rob

Banjir rob kembali menerjang kawasan pesisir Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Lima desa terendam air laut, serta ribuan hektar tambak warga juga ikut terdampak. Kondisi ini menambah panjang catatan bencana rob yang berulang setiap tahun di wilayah tersebut. Genangan air laut mulai naik sejak 13 Juni 2026, lalu mencapai puncaknya pada masa pasang tertinggi.

Lima desa yang terdampak yaitu Kalanganyar, Gisik Cemandi, Banjar Kemuning, Segoro Tambak, dan Tambak Cemandi. Kalanganyar merupakan salah satu desa mengalami genangan paling luas. Warga setempat bahkan menilai kedatangan genangan kali ini melampaui prediksi awal mereka. Bencana serupa sebelumnya juga menggulung ratusan tambak di Dusun Gisik Kidul, Desa Tambakcemandi. Akibatnya, menyisakan kerugian material yang mencapai Rp20 miliar. Selain kehilangan hasil panen, warga juga harus menanggung biaya perbaikan tanggul yang tidak sedikit.

Banjir rob ini tidak hanya menggenangi permukiman dan akses jalan warga, tetapi juga merusak area pertambakan yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat pesisir. Menurut tokoh masyarakat setempat, total wilayah terdampak mencapai lebih dari 2.000 hektar. Angka ini jauh lebih luas dibanding kejadian rob pada bulan-bulan sebelumnya.

Sejak air naik, nelayan tidak bisa melaut dan petambak tidak bisa memanen hasil budi daya karena tambak ikut terendam. Selain itu, sejumlah ruas jalan kampung berubah menjadi jalur air sehingga warga terpaksa memakai perahu kecil untuk beraktivitas.

Bagi warga pesisir Sedati, banjir rob bukan hal baru karena fenomena ini rutin terjadi dua kali setahun. Rusaknya ekosistem mangrove akibat penebangan liar menjadi salah satu penyebab utama pesisir Sidoarjo makin rentan terhadap rob. Padahal, mangrove seharusnya menjadi benteng alami penahan gelombang laut dan abrasi. Karena itu, warga berharap pemerintah provinsi segera mendukung program penanaman dan pemulihan mangrove secara masif. Sementara itu, Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo terus melakukan patroli rutin dan edukasi kepada nelayan agar ekosistem mangrove yang tersisa tetap terjaga.

Translate »