Surabaya, Fikom Unitomo – Kemeriahan gerak seni dari dalam dan luar negeri sukses menarik perhatian masyarakat Surabaya di Gedung Balai Pemuda Surabaya, Sabtu (11/7). Pemerintah Kota Surabaya kembali menyelenggarakan Festival Seni Lintas Budaya 2026, yang bertajuk Culture Night. Konsep acara ini bertujuan untuk melestarikan warisan budaya dari masing-masing daerah.
Festival ini menampilkan karya seni musik, teater, tari hingga terdapat beberapa stan kuliner. Sebanyak 14 delegasi dari dalam dan luar negeri turut berpartisipasi, diantaranya berasal dari Xiamen (Tiongkok), India, Thailand, dan Jerman. Serta delegasi lintas daerah lainnya, seperti Sanggar Seni Nuvusa Etnika Mahasuri-Provinsi Lampung, Sanggar Seni Lasinrang (S2L) Kabupaten Pinrang-Sulawesi Selatan, SW Dance Co. & Muara Performing Arts-Provinsi DKI Jakarta, Komunitas Bali (Pakraman Madya), Grup Angon Angin, Arca Tata Sawara-Malang dan Grup/Sanggar di Kota Surabaya seperti Goong Prada.
Berbagai negara turut menampilkan khas budaya daerahnya, salah satunya negara India menampilkan lagu Tum Hi Ho dan Fashion Show pakaian adat India. Masyarakat Surabaya memadati area Balai Pemuda dengan penuh antusias. Mulai dari anak-anak, hingga wisatawan yang turut mengabadikan pertunjukkan. Festival ini membuka peluang bagi Kota Surabaya untuk semakin dikenal melalui keberagaman budayanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Lilik Arijanto, turut hadir meriahkan festival ini. Beliau menyampaikan rasa bangga serta hormat kepada seluruh delegasi. Beliau berharap bahwa festival ini tidak hanya menjadi hiburan mata, tetapi menjadi ruang perjumpaan antar masyarakat serta bentuk pelestarian budaya. Acara ini memberikan ruang bagi para seniman dan generasi muda untuk semakin mengguncang nama Kota Surabaya di kancah internasional.
“Kami ingin Surabaya menjadi kota yang modern tanpa kehilangan akar budayanya. Menjadi kota yang maju, namun tetap menghargai keberagaman sebagai kekuatan bersama,” ujar Lilik Arijanto.












