Berita Utama

Kenaikan Harga Beras Menguji Daya Beli Masyarakat di Tengah Upaya Menjaga Ketahanan Pangan

×

Kenaikan Harga Beras Menguji Daya Beli Masyarakat di Tengah Upaya Menjaga Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Harga beras premium naik hampir 100% menjadi di Superindo Pancoran. (Foto: Fikri/Bloomberg Technoz)

Fikom Unitomo – Harga beras kembali mengalami kenaikan di sejumlah daerah di Indonesia. Kondisi tersebut menarik perhatian masyarakat karena beras merupakan bahan pangan pokok yang dikonsumsi hampir seluruh penduduk. Ketika harga beras meningkat, pengeluaran rumah tangga ikut bertambah. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat, tetapi juga pelaku usaha yang menggunakan beras sebagai bahan baku.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada Mei 2026 harga beras naik di tingkat penggilingan, grosir, dan eceran. Harga beras di tingkat penggilingan meningkat 0,58 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Harga di tingkat grosir naik 0,68 persen, sedangkan harga eceran bertambah 0,38 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga terjadi di seluruh rantai distribusi.

Produksi yang Menurun Memicu Kenaikan Harga Beras

Salah satu penyebab kenaikan harga beras adalah berkurangnya pasokan gabah setelah masa panen raya selesai. Jumlah gabah yang menurun membuat harga gabah meningkat. Kondisi tersebut mendorong biaya produksi beras menjadi lebih tinggi. Selain itu, cuaca yang tidak menentu ikut memengaruhi hasil panen di beberapa daerah. Curah hujan yang tinggi dan perubahan iklim mengurangi produktivitas lahan pertanian. Akibatnya, pasokan beras menjadi lebih terbatas. Distribusi juga berpengaruh terhadap harga beras. Biaya transportasi dan proses penyaluran yang belum merata membuat harga beras berbeda di setiap daerah. Daerah yang pasokannya terbatas biasanya mengalami kenaikan harga lebih cepat.

Kenaikan Harga Beras Menekan Daya Beli Masyarakat

Kenaikan harga beras memberikan dampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Rumah tangga berpenghasilan rendah merasakan dampak paling besar karena sebagian besar pendapatan mereka digunakan untuk membeli kebutuhan pokok. Pelaku usaha kuliner juga menghadapi tantangan. Warung makan, usaha katering, dan pedagang nasi harus mengeluarkan biaya produksi yang lebih besar. Sebagian pelaku usaha menaikkan harga makanan. Sebagian lainnya memilih mengurangi porsi agar harga tetap terjangkau.

BPS menjelaskan bahwa beras menjadi salah satu komoditas yang berkontribusi terhadap inflasi. Jika harga terus meningkat, inflasi dapat menekan daya beli masyarakat dan memperlambat aktivitas ekonomi.

Pemerintah Berupaya Menjaga Stabilitas Harga

Pemerintah bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum BULOG terus melakukan berbagai langkah untuk mengendalikan kenaikan harga beras. Salah satu upayanya adalah Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program tersebut bertujuan menjaga ketersediaan beras sekaligus menekan lonjakan harga.

Pemerintah juga menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) ke berbagai daerah. Langkah tersebut membantu menjaga pasokan ketika harga mulai meningkat. Selain itu, pemerintah mengadakan operasi pasar dan bantuan pangan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Di sektor pertanian, pemerintah mendorong penggunaan benih unggul, memperbaiki jaringan irigasi, dan memberikan pendampingan kepada petani. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi padi sehingga pasokan beras tetap terjaga.

Ketahanan Pangan Membutuhkan Kerja Sama Semua Pihak

Kenaikan harga beras menunjukkan bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada jumlah stok. Produksi, distribusi, dan kebijakan pemerintah juga memegang peran penting. Oleh karena itu, seluruh pihak perlu bekerja sama agar pasokan beras tetap stabil dan harga tetap terjangkau.

Pakar ekonomi pertanian Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Wisnu Setiadi Nugroho, menjelaskan bahwa beberapa faktor seperti produksi, distribusi, dan tingginya permintaan sangat memengaruhi kenaikan harga beras. Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat produksi dalam negeri dan memperbaiki rantai distribusi agar harga beras tetap stabil. Dengan langkah tersebut, ketahanan pangan nasional dapat terus terjaga.

Translate »