EventInformasi Umum

Aroma Mimpi di Cangkir Kopi: Perjalanan Nur Aisyah Amalia Putri Menjadi Juara

×

Aroma Mimpi di Cangkir Kopi: Perjalanan Nur Aisyah Amalia Putri Menjadi Juara

Sebarkan artikel ini

Suasana VISMA Coffee, Art and Co-working Space di Jalan Tegalsari No.35, Surabaya, terasa hangat oleh aroma kopi pada 20 Agustus 2023. Di tengah aktivitas peserta yang mempersiapkan alat seduh masing-masing, Nur Aisyah Amalia Putri berdiri dengan tenang sambil menata perlengkapan brewing-nya. Meski kini tercatat sebagai mahasiswa baru Fakultas Ilmu Komunikasi, kompetisi ini ia ikuti saat masih berstatus siswa SMK. Ia bersiap tampil di hadapan juri, termasuk Hiro Lesmana, sosok yang dikenal luas di dunia kompetisi kopi. Kini, setelah resmi menjadi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi bekal awal Aisyah untuk terus mengembangkan passion-nya di dunia kopi.

Ketertarikan Aisyah pada kopi tidak muncul secara tiba-tiba. Sejak masih bersekolah di SMK, ia mulai mengenal dunia kopi setelah diajak bergabung ke sebuah komunitas oleh teman-temannya.

Melalui komunitas kopi, Aisyah mendapatkan ruang belajar yang tidak hanya teknis, tetapi juga kolaboratif. Ia sering bereksperimen dengan resep, mencatat hasil percobaan, dan mendiskusikan hasil seduhan dengan anggota komunitas lain. Masukan dari teman-teman komunitas membantu Aisyah memahami pentingnya keseimbangan rasa, konsistensi teknik, serta cara menyampaikan cerita di balik secangkir kopi.

Kompetisi yang diikuti Aisyah di Surabaya merupakan pengalaman keduanya mengikuti ajang serupa. Meski sudah pernah tampil sebelumnya, perasaan tegang tetap muncul, terutama karena salah satu juri memiliki reputasi di tingkat internasional. Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Aisyah untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Menjelang lomba, Aisyah kembali mematangkan resep yang akan dipresentasikan. Ia mengatur komposisi kopi dan air, memilih metode seduh yang sesuai, serta melatih penyampaian konsep minuman. Proses latihan dilakukan berulang kali bersama komunitas, sehingga setiap detail dapat diperbaiki dan disempurnakan. Baginya, kompetisi bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang ketepatan teknik dan komunikasi.

Saat hari perlombaan tiba, Aisyah merasakan tekanan yang cukup besar karena ini baru kali kedua ia tampil di panggung kompetisi. Untuk menjaga fokus, ia mencoba menenangkan diri dan berkonsentrasi pada proses penyeduhan. “Aku cuma fokus bikin kopi sebaik mungkin dan berdoa supaya bisa tampil maksimal,” ujarnya. Ia memandang lomba tersebut sebagai ajang pembuktian hasil belajar yang telah ia jalani sejak masa SMK.

Usahanya membuahkan hasil. Aisyah berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi tersebut, sebuah capaian yang tidak pernah ia bayangkan ketika pertama kali belajar meracik kopi. Penilaian dari juri berpengalaman menjadikan kemenangan ini terasa lebih bermakna, karena menjadi indikator kualitas teknik dan kreativitas yang ia miliki.

Prestasi ini menjadi tonggak penting bagi Aisyah. Ia menyadari bahwa ketertarikan sederhana yang awalnya dianggap sebagai hobi dapat berkembang menjadi prestasi jika ditekuni secara konsisten. Pengalaman mengikuti kompetisi juga memberikan kepercayaan diri untuk terus belajar dan mengeksplorasi dunia kopi secara lebih serius.

Aisyah berharap perjalanan yang ia lalui dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani mengejar minat dan bakat mereka. Menurutnya, dunia kopi bukan sekadar minuman, tetapi juga ruang untuk belajar, berkreasi, dan mengembangkan diri.

Kisah Nur Aisyah Amalia Putri memperlihatkan bahwa passion bisa tumbuh dari pengalaman sederhana, sementara prestasi besar lahir dari ketekunan dan keberanian mencoba. Dari komunitas kopi di masa sekolah hingga panggung kompetisi di Surabaya, perjalanan Aisyah menjadi bukti bahwa mimpi dapat diracik melalui proses panjang, layaknya secangkir kopi yang diseduh dengan penuh ketelitian.

Translate »