Artikel

Urgensi Komunikasi Pemasaran Pariwisata dalam Pembangunan Creative Hub

402
×

Urgensi Komunikasi Pemasaran Pariwisata dalam Pembangunan Creative Hub

Sebarkan artikel ini

Oleh Harliantara *)

Pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) menjadi salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. Perlu solusi dan platform untuk membangkitkan lagi pariwisata dan ekonomi kreatif bangsa.

Komunikasi pemasaran pariwisata sangat berperan dalam kondisi new normal. Pemerintah dalam hal ini Kemenparekraf bersama dengan praktisi pemasaran pariwisata memiliki tugas kebangsaan untuk mengatasi rasa jenuh dan frustrasi masyarakat akibat pandemi yang berlarut-larut.

Perlu strategi yang berbasis platform digital dan spirit baru komunikasi pemasaran pariwisata. Antara lain dengan program massive action untuk mendorong podcaster atau videocaster untuk mempromosikan pariwisata, keanekaragaman seni dan budaya lokal dengan cara memproduksi berbagai konten yang berkualitas sebanyak-banyaknya dalam era kenormalan baru.

Marketing pariwisata dalam kondisi pandemi Covid-19 dan pasca pandemi dengan kenormalan baru tentunya juga memerlukan ekosistem baru. Ekosistem semakin ideal jika diakselerasi dengan mengangkat konsep marketing kedalam arena komunitas, nilai-nilai dan human spirit.
Indonesia memiliki potensi pariwisata dan industri kreatif yang cukup besar di hampir semua bidang. Seperti produk kerajinan, destinasi wisata, kuliner, budaya, dan lingkungan hidup. Di sisi lain, para praktisi pemasaran pariwisata harus memiliki kemampuan untuk memahami, menggali, dan menginformasikan berbagai potensi lokal, bahkan hiperlokal atau pedesaan.

Melalui inovasi dan kreativitas konten, memungkinkan potensi lokal dan hiperlokal bisa tergarap dengan baik melalui metode promosi. Saatnya membuat konten agregasi industri kreatif lokal dan destinasi wisata daerah berbasis platform digital yang dikeloa oleh podcaster/media lokal yang tahu persis keseharian tentang destinasi wisata itu. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno meyakini sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) akan dapat berkontribusi besar bagi kebangkitan ekonomi di tanah air pada tahun 2022.

Menparekraf menekankan bagaimana masyarakat berwisata dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin dengan aplikasi pedulilindungi. Aspek komunikasi pemasaran pariwisata sebaiknya ditransformasikan hingga ke pelosok desa. Apalagi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah berkolaborasi dengan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPP APDESI) dalam upaya mengembangkan desa wisata dan desa kreatif. Dengan target menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan pariwisata berkelas dunia, berdaya saing, berkelanjutan dan mampu mendorong pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat. Perekonomian desa wisata atau desa kreatif memiliki kecenderungan tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan non desa wisata. Melalui kegiatan wisata, desa wisata juga mampu memperbaiki kondisi sosial-ekonomi desa.Saat ini Kemenparekraf/Baparekraf sedang membangun creative hub di Destinasi Super Prioritas (DSP).

Pembangunan tersebut tentunya membutuhkan aspek komunikasi pemasaran pariwisata yang baik dan mampu beradaptasi dengan era ekonomi digital. Mestinya program creative hub tidak bersifat eksklusif untuk daerah tertentu saja. Karena esensi dari program tersebut sejatinya sebagai tempat pelatihan dan proses kreatif untuk meningkatkan produk, pemasaran dan tata kelola dengan metode yang sesuai dengan kemajuan zaman. Pembangunan creative hub sebagai simpul pelaku ekonomi kreatif, diharapkan dapat menampung berbagai macam ide cemerlang para pelaku ekonomi kreatif di daerah. Industri kreatif yang berbasis budaya lokal dan destinasi wisata berbasis desa sangat potensial untuk dikembangkan.

Creative hub merupakan sebuah frasa dalam bahasa Inggris yang memiliki pengertian pusat kreatif dalam bahasa Indonesia. Definisi creative hub atau pusat kreatif sebagai sebuah pokok pangkal dalam hal-hal yang berdaya cipta tidak hanya mencakup segi fisik saja, melainkan juga dari segi jaringan komunitas kreatif yang terbentuk dari para pelaku kreatif serta bermacam aktivitas yang dilakukan.

Dari segi fisik, creative hub menyediakan tempat dengan ruang-ruang untuk bekerja bagi komunitas kreatif sekaligus menjadi inkubator bisnis industri kreatif. Esensi bermacam aktivitas dalam creative hub pada hakikatnya menyatukan bakat, keterampilan dan disiplin para pelaku kreatif dalam suatu komunitas kreatif lokal. Pada akhirnya creative hub bisa membentuk suatu jaringan yang menggerakkan pertumbuhan industri kreatif dalam level lokal, yang kemudian berlanjut ke level regional.

Pemerintah daerah hingga ke tingkat desa perlu membangun creative hub yang bisa menjadi ruang dinamis yang menyediakan lapangan pekerjaan, memperluas layanan pendidikan, kesempatan networking dan pengembangan bisnis, serta menciptakan inovasi dengan lebih efektif. Tren global kini menempatkan creative hub sebagai cara yang strategis untuk mengorganisasi inovasi dan pengembangan proses kreatif warga negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »