Berita Umum

Ketua Dprd Surabaya Mengunjungi Fikom Unitomo

224
×

Ketua Dprd Surabaya Mengunjungi Fikom Unitomo

Sebarkan artikel ini

Fikom News Surabaya – Ketua DPRD Surabaya D. Adi Sutarwijono, S. IP. berkunjung ke Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Dr. Soetomo Surabaya, Senin (11/7/22).

Kujungan ini tidak lain adalah menyambung silaturahmi di hari kemenangan (Idul Adha) dengan Dekan Fikom Unitomo Dr. Harliantara, M.Si. yang merupakan sahabat lama dan di pertemukan kembali setelah 17 Tahun Lama nya terpisah.

Selamat datang di Fakultas Ilmu Komunikasi, kami sanggat bangga dan berbahagia Pak Awi (sapaan akrab) Ketua DPRD Surabaya berkenan menyambung silaturahim dengan kami, ucap harliantara.

Kehadiaran pak awi di fakultas yang memiliki ciri khas orange ini, telah mengambarkan ke akraban bersama, dan mengambarkan keharmonisan, dengan ciri khas guyonan sesama penggiat media dulu nya antara harliantara dengan pak awi 17 tahun yang lalu, dengan guyonan yang renyah, Jajag Mintorogo Selaku KTU Fikom mengatakan “tidak mungkin ada warna orange kalau tidak ada warna merah”.

Terpisah, pak adi menyampaikan bahwa di era digitalisasi, komunikasi sangat penting tetapi harus di lakukan secara proporsional, artinya tidak boleh berlebih-lebihan dan peran akademis di era digital ini sangat penting untuk memberikan feedback, utamanya mengcounter isu-isu atau pemberitaan yang mengandung hoax, dan ini tugas dari orang-orang yang pakar atau ahli di bidang Ilmu Komunikasi, sehingga stabilitas bangsa dan negara ini dalam ruang lingkup sosial nya terjaga secara harmonis.

Lebih lanjut pak awi menyampaikan “perubahan generasi ini harus di topang dan di perkuat dengan kesadaran keberagaman hidup berbangsa dan bernegara, penanaman nilai-nilai pancasila yang harus di sadari oleh kalangan anak muda sekarang, sehingga sosial media sama pentingnya dengan sosial bermasyarakat, tetap mengedepankan etika dan norma hidup yang saling menjujung tinggi satu sama lain dan saling menghormati satu sama lain.” Ujarnya.

Sementara harliantara, menambahkan bahwa “Kompetensi ada muda yang berbakat dapat mendorong arus utama komunikasi terhadap jati diri indonesia lebih etik.” Tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »