Creative Writing

Israel Peringatkan AS Terkait Rencana Baru Iran yang Incar Nyawa Donald Trump

×

Israel Peringatkan AS Terkait Rencana Baru Iran yang Incar Nyawa Donald Trump

Sebarkan artikel ini
Sumber: The New York Times

Ketegangan antara Washington dan Teheran kembali memanas. Muncul kabar bahwa Iran tengah menyusun rencana baru untuk membunuh Presiden Donald Trump. Intelijen Israel menyampaikan informasi tersebut kepada pemerintah Amerika Serikat (AS). Di tengah gencatan senjata yang mulai rapuh antara kedua negara yang sempat berperang.

Dua sumber yang memahami persoalan ini mengungkapkan bahwa peringatan dari Israel tergolong baru dan menyasar sebuah plot yang spesifik. Sebelumnya, Badan Intelijen Amerika Serikat memang sudah lama memantau berbagai indikasi ancaman terhadap Trump, namun sejumlah pejabat AS menilai laporan dari Israel kali ini membawa detail yang lebih tajam.

Kecurigaan di Balik Waktu Peringatan

Munculnya laporan ini tidak lepas dari kecurigaan sejumlah pejabat Amerika. Beberapa di antaranya menduga informasi tersebut sengaja dilontarkan Israel untuk memengaruhi sikap Trump, yang saat ini tengah mempertimbangkan apakah akan memperkuat operasi militer AS terhadap Iran. Kecurigaan semacam ini bukan hal baru, sebab kalangan intelijen AS memang kerap bersikap hati-hati terhadap laporan yang berasal dari Israel.

Pihak AS belum bisa memastikan detail lengkap mengenai rencana pembunuhan itu. Amerika Serikat bahkan mengaku belum sempat memverifikasi laporan tersebut secara mandiri. Hal ini terjadi karena Israel mengirimkan peringatan tersebut secara mendadak.

Trump Mengaku Jadi Target Utama

Dari sisi Trump, ancaman ini bukan lagi sekadar rumor. Sang presiden secara terbuka mengaku masuk dalam berbagai daftar incaran kelompok bentukan Iran. Saat berbicara kepada wartawan, Trump menegaskan fakta baru. Ia menyebut namanya kini menempati posisi teratas dalam daftar sasaran pembunuhan bentukan Iran.

Ia pun menegaskan sikapnya yang tidak gentar meski menghadapi ancaman tersebut. Menurutnya, kelompok yang menginginkan kematiannya adalah pihak yang harus dihadapi secara tegas, bukan dihindari. Pernyataan itu disampaikan Trump usai meninggalkan pertemuan puncak NATO di Turki.

Akar Ketegangan yang Tak Kunjung Reda

Ancaman terhadap Trump sebenarnya bukan hal yang muncul tiba-tiba. Sejak serangan drone yang menewaskan Jenderal top Iran, Qasem Soleimani, pada 2020 silam, pemerintah AS berulang kali memperingatkan potensi aksi balas dendam dari pihak Iran terhadap Trump.

Situasi semakin memanas pekan lalu, ketika massa di Iran meneriakkan seruan kematian terhadap Trump dalam prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas di awal perang. Sejak saat itu, hubungan kedua negara terus diwarnai ancaman dan serangan balasan, sementara gencatan senjata 60 hari yang sempat disepakati kini berada di ambang kegagalan.

Diplomasi di Tengah Bayang-Bayang Serangan

Meski suasana memanas, upaya diplomatik antara Washington dan Teheran disebut masih berlangsung di balik layar. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa Washington dan Teheran tengah berupaya mencapai kesepakatan nuklir baru pada pertengahan Agustus mendatang.

Namun demikian, militer tetap menjalankan persiapan untuk mengantisipasi kemungkinan serangan. Sejumlah pejabat menyebut pihak militer sempat merancang aksi tempur. Meski begitu, mereka akhirnya menunda rencana tersebut demi memberi ruang bagi jalur diplomasi. Ketegangan ini juga terlihat di kapal induk USS Abraham Lincoln. Sejumlah awak kapal sempat memuat senjata ke dalam pesawat tempur. Mereka juga langsung menggelar latihan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi jika perintah serangan benar-benar turun.

Hubungan Trump dan Netanyahu Ikut Disorot

Di sisi lain, dinamika hubungan Trump dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu turut menjadi sorotan. Netanyahu selama ini dikenal skeptis terhadap pendekatan diplomatik Trump terhadap Iran. Hubungan keduanya sempat merenggang akibat perbedaan sikap terkait operasi militer Israel di Lebanon. Kedua pemimpin dikabarkan telah melakukan komunikasi melalui telepon. Rencana kunjungan Netanyahu ke Washington disebut-sebut akan segera terealisasi untuk membahas langkah selanjutnya.

 

Hingga kini, situasi antara AS dan Iran masih berada dalam titik rawan. Ancaman terhadap Trump dan rapuhnya gencatan senjata memicu kekhawatiran besar. Kini, publik internasional terus mengawasi perkembangan di kawasan tersebut dalam beberapa pekan mendatang.

Translate »