SURABAYA| FIKOM NEWS – Obet Bobo berdiri tenang di depan kamera. Di tangannya tergenggam medali perunggu. Medali itu ia raih dari Kejuaraan Pencak Silat Malang Student Championship 2025. Ia turun di kelas C putra 55–60 kilogram tingkat dewasa. Ia membawa pulang juara tiga.
Ia mengharumkan nama Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi ini memulai perjalanannya dari latihan rutin yang ketat. Ia berlatih hampir setiap hari. Pagi ia gunakan untuk kuliah. Sore hingga malam ia habiskan di arena latihan. Ia mengatur waktu dengan disiplin. Ia menjaga kondisi fisik dan mental.
Obet mengaku pencak silat mengajarkannya fokus dan kontrol diri. Setiap jurus menuntut ketepatan gerak. Setiap pertandingan menuntut ketenangan. Ia belajar membaca lawan. Ia belajar mengambil keputusan cepat.
Keterampilan ini ia terapkan dalam perkuliahan dan aktivitas organisasi.Persiapan menuju kejuaraan ia lakukan selama beberapa bulan. Ia meningkatkan intensitas latihan. Ia memperbaiki teknik. Ia menjalani program fisik dan sparing. Ia juga menjaga pola makan dan waktu istirahat. Targetnya jelas, tampil maksimal, memberi hasil terbaik.
Pada hari pertandingan, ia menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai kampus. Setiap laga berjalan ketat. Ia mengandalkan strategi dan ketahanan fisik. Ia bertarung hingga babak akhir.
Ia memastikan setiap poin bernilai.Prestasi ini menjadi motivasi baru baginya. Ia ingin terus berkembang. Ia menargetkan podium yang lebih tinggi di kejuaraan berikutnya. Ia juga ingin menjadi contoh bagi mahasiswa lain. Ia percaya kerja keras memberi hasil nyata.
Pihak kampus memberi apresiasi atas capaian tersebut. UNITOMO menilai prestasi ini mencerminkan semangat kompetitif mahasiswa. Kampus terus mendorong pengembangan minat dan bakat. Dukungan diberikan melalui pembinaan dan fasilitas latihan.
Bagi Obet, medali ini bukan akhir. Ini langkah awal. Ia ingin terus berprestasi. Ia ingin membawa nama UNITOMO ke level yang lebih luas. Ia ingin membuktikan bahwa konsistensi dan disiplin membuka peluang besar.










