Setelah drama menegangkan pada Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar, kini perhatian dunia beralih ke Piala Dunia FIFA 2026. Turnamen sepak bola paling bergengsi ini diprediksi menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah. Tim nasional Argentina sebagai juara bertahan datang dengan ambisi besar untuk mempertahankan gelarnya. Apabila berhasil, Argentina akan menjadi negara ketiga dalam sejarah yang mampu mempertahankan trofi Piala Dunia.
Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mencetak tonggak sejarah baru dengan menyelenggarakan Piala Dunia 2026 secara bersama untuk pertama kalinya. Selain itu, FIFA resmi menambah jumlah peserta dari 32 menjadi 48 tim. FIFA mengharapkan perubahan format tersebut mampu meningkatkan daya saing turnamen sekaligus membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung sepak bola dunia.
Menurut pernyataan yang dilansir dari FIFA.com, Gianni Infantino, menyebut Piala Dunia 2026 sebagai era baru sepak bola internasional. Ia juga menambahkan, bahwa turnamen tersebut akan menjadi perayaan sepak bola terbesar sepanjang sejarah yang menyatukan miliaran orang dari seluruh dunia melalui semangat olahraga.
Dilansir dari Reuters, Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom mengatakan bahwa FIFA terus berkoordinasi dengan seluruh otoritas terkait guna memastikan seluruh aspek penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 berjalan sesuai rencana. Ia menegaskan, “We are working together with all the competent authorities to make sure that happens.”
FIFA kembali menggunakan salah satu inovasi canggih, yaitu Connected Ball Technology. Produsen melengkapi bola resmi Piala Dunia tersebut dengan sensor Inertial Measurement Unit (IMU) yang tertanam di bagian tengahnya. Sensor tersebut mampu mengirimkan data hingga 500 kali per detik kepada sistem Video Assistant Referee (VAR) sehingga membantu wasit dalam mengambil keputusan, termasuk untuk mendeteksi offside semi-otomatis dan sentuhan bola secara lebih akurat. Teknologi ini pertama kali diperkenalkan pada Piala Dunia 2022 dan akan terus dikembangkan untuk edisi 2026.
Dalam pelaksanaannya, Piala Dunia 2026 akan berlangsung di 16 kota yang tersebar di tiga negara tuan rumah. Stadion-stadion berstandar internasional telah dipersiapkan untuk menyambut jutaan pendukung dari seluruh dunia. Selain menyuguhkan pertandingan berkualitas, para pengamat memperkirakan penyelenggaraan bersama ini akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan melalui peningkatan sektor pariwisata, perdagangan, investasi, dan penciptaan lapangan kerja di kawasan Amerika Utara.
Antusiasme terhadap format baru juga datang dari Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsene Wenger menilai format baru Piala Dunia 2026 dengan 48 peserta adalah langkah yang tepat untuk mengembangkan sepak bola secara global. Ia menyebut perubahan tersebut sebagai “evolusi yang alami”, mengingat semakin banyak negara yang mampu bersaing di level tertinggi. Menurut Wenger melalui media reuters, perluasan kuota tidak akan menurunkan kualitas turnamen, melainkan membuka peluang yang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung Piala Dunia.












