Berita Utama

Fakultas Ilmu Komunikasi Unitomo Gelar Yudisium Bertemakan “Komunikasi Harmoni dalam Budaya”

×

Fakultas Ilmu Komunikasi Unitomo Gelar Yudisium Bertemakan “Komunikasi Harmoni dalam Budaya”

Sebarkan artikel ini
Komunikasi Harmoni Dalam Budaya

SURABAYA | LENSA NEWS – Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) sukses menyelenggarakan acara Yudisium Semester Genap Tahun 2025.

Acara yang berlangsung di Auditorium Kampus Utama pada 23 September 2025 ini mengukuhkan 77 lulusan yang terdiri dari program studi sarjana dan magister ilmu komunikasi.

Mengusung tema Komunikasi Harmoni dalam Budaya: “Padu Padan Warsa,” yudisium ini menyoroti pentingnya komunikasi lintas budaya di era digital. Bahwa tema tersebut dipilih untuk memotivasi para lulusan agar menjadi agen perubahan yang mampu menyatukan nilai-nilai budaya Indonesia dengan dinamika komunikasi global.

Komunikasi harmoni adalah kunci untuk menjaga keberagaman budaya kita di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Serta mengajak kita untuk memadukan warisan leluhur dengan semangat masa kini.

Berdasarkan keputusan Dekan Fikom, sebanyak 50 mahasiswa program sarjana (S1) resmi menyandang gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom), dan 27 mahasiswa program magister (S2) lulus dengan gelar Magister Ilmu Komunikasi (M.I.Kom).

Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Dr. Harliantara, M.Si.
Wakil Dekan 1 Fakultas Ilmu Komunikasi Dr. Didik Sugeng Widiarto, M.I.Kom.

Para lulusan ini telah menyelesaikan seluruh persyaratan akademik, termasuk skripsi dan tesis yang membahas isu-isu komunikasi kontemporer, seperti media sosial, jurnalisme digital, dan komunikasi budaya.

Acara dibuka dengan pertunjukan seni tradisional yang dipadukan dengan elemen multimedia modern, merefleksikan esensi tema yang diusung. Para lulusan mengenakan busana kebaya dan batik yang dimodernisasi sebagai simbol harmoni antara tradisi dan inovasi.

Salah satu lulusan S1, Rama, mengungkapkan rasa syukurnya dan merasa terinspirasi oleh tema acara.

“Saya belajar bahwa komunikasi bukan hanya alat, tetapi jembatan untuk menyatukan perbedaan budaya,” katanya.

Dengan bekal ilmu yang didapat, para lulusan diharapkan dapat menerapkan pengetahuan mereka untuk membangun masyarakat yang lebih harmonis melalui komunikasi yang bijak.

Translate »