Di Tengah Stigma Negatif Juru Parkir
Di tengah maraknya keluhan masyarakat terhadap pelayanan Juru Parkir (Jukir) di Surabaya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menggencarkan penertiban parkir liar dan menindak juru parkir yang melanggar aturan di sejumlah wilayah. Keluhan masyarakat beragam, mulai dari tarif parkir yang tidak sesuai ketentuan hingga pelayanan juru parkir yang buruk. Berbagai persoalan tersebut turut membentuk stigma negatif juru parkir di mata masyarakat. Namun, anggapan tersebut dipatahkan oleh jukir di salah satu kedai di Surabaya.
Pak Pilin, Mengubah Stigma Juru Parkir
Selain menyajikan bakmie yang enak, Kedai Bakmie Cahaya Timur (Bakmie dan Kopi) menjadi sorotan karena keberadaan Juru Parkirnya. Berbeda dari juru parkir pasif pada umumnya, Pak Pilin justru mendapat sorotan dari akun Instagram @surabayaraya_info. Melalui unggahan tersebut yang bertajuk Top Hospitality “Kang Parkir Terbaik” di Surabaya, karena keramahannya. Pak Pilin mengaku baru menyadari keviralannya di media sosial setelah mendengar cerita dari kawan dan tetangga. Bagi beliau, popularitas bukanlah pencapaian utama. Ia justru lebih menghargai rasa nyaman dari para pelanggan.
Pak Pilin menyebut doa dari para pelanggan sebagai momen paling berkesan dalam hidupnya. “Banyak pelanggan mendoakan saya. Mereka bilang, ‘Bapak disitu banyak yang mendoakan loh, sehat-sehat selalu ya, Pak, jaga kesehatan’,” tuturnya. Tanpa membedakan pengendara motor atau mobil, ia selalu menyapa hangat dan sigap melayani setiap pengunjung. Keramahan yang Ia berikan tidak hanya melalui senyumnya, tetapi juga interaksi langsung dengan pelanggan. HRD Kedai Cahaya Timur, Iqbal Kurniawan, mengakui kinerja Pak Pilin memberikan pengaruh besar bagi operasional kedai tempatnya bekerja. “Kinerja Pak Pilin selama ini cukup membantu, karena cukup banyak komentar positif dari pelanggan /customer yang kami terima. Apalagi beliau terkenal dengan act of service-nya, mulai dari orang datang sampai pulang. Dan banyak juga yang kembali ke kedai juga karena yang jaga parkir Pak Pilin.” ungkapannya.
Bagi Pak Pilin, tugas seorang juru parkir tidak hanya sebatas mengatur dan menjaga kendaraan. Menurutnya, juru parkir memiliki peran penting sebagai orang yang pertama kali ditemui pengunjung. “Tukang parkir itu garda terdepan, paling tidak menentukan untuk pelanggan balik tidaknya ke kedai lagi” ujar Pak Pilin, pada salah satu unggahan video di akun instagram kedai Cahaya Timur.
Ketulusan yang Mengubah Pandangan
Pelayanan tulus Pak Pilin membuktikan bahwa stigma negatif juru parkir tidak selamanya benar. Kesan pertama pelanggan nyatanya tidak selalu bersumber dari hidangan di atas meja, tetapi juga dari orang pertama yang menyambut kedatangannya. Selama dua tahun sebagai juru parkir, Pak Pilin membuktikan bahwa senyum, sapaan hangat, serta ketulusan mampu meninggalkan kesan yang jauh lebih lama daripada sekadar menjaga kendaraan.












